Teori Linguistik

Restrukturalisasi dari pemikiran dalam paradigma linguistik juga berpengaruh pada kritik budaya post modern. Semiotik, strukturalisme, dan post modern ( termasuk dekonstruksi ) telah mengubah banyak disiplin, termasuk literatur, filosofi, antropologi dan sosiologi, dan banyak kritikan yang lain. Pada tahun 1966 di  Universitas John Hopkins Amerika telah diperkenalkan teori penting mengenai teori kontinental, presentasi paper ini dibawakan oleh Jacques Derrida, Roland Barthes, dan Jacques Lacan.

Paradigma ini, yang merupakan masukan besar dalam pemikiran era 60 – an, berhubungan dengan kebangkitan minat dari arti dan simbolisme dalam arsitektur. Di dalam arsitektur dipelajari bagaimana sebuah arti dibawa atau dimunculkan dalam bahasa dan menerapkan pengetahuan tersebut, melalui analogi linguistik, ke dalam arsitektur. Mereka bertanya mengenai seberapa luas arsitektur yang mengikuti kebiasaan ( konvensional ), seperti bahasa, dan apakah orang awam ( selain arsitek ) mengerti bagaimana arti dari gagasan yang biasa tersebut. Di antara yag lainnya, Diana Agrest dan partnernya Mario Gandelsonas dalam “ Semiotic and Architecture “ dan Geoffrey Broadbent dalam “ A Plain Man’s Guide to Theory of Signs in Architecture” mulai untuk mempertanyakan apakah ada suatu kontrak sosial dalam arsitektur. Fungsionalisme modern yang merupakan bagian terpenting membantah bahwa dari sisi linguistik suatu objek arsitektural tidak mempunyai makna atau arti, tetapi hal itu dapat dikembangkan melalui budaya yang pada umumnya.

Arsitek bangunan ini menginginkan suatu bentukan piring terbang, sehingga dapat kita lihat suatu usaha dari perancang untuk menghadirkan suatu bentukan piring terbang. Sebagai akibat dari adanya bentukan seperti piring terbang ini maka berpengaruh pada sistem strukturnya, dapat kita lihat bangunan ini tidak dapat menggunakan sistem konvensional yaitu struktur rangka.

Dalam usaha menampilkan bentukan yang diinginkan ini, arsitek tersebut mengutamakan bentukan elips dan sculpture. Dan untuk menambah tegas bentuk “ piring terbang “ tersebut, pada bangunan di samping tidak dilakukan pengolahan tampak yang berlebihan supaya bentukan “ piring terbang “ itu tidak tenggelam oleh aneka macam hiasan. Warna bentukan ellips yang lebih cerah daripada bagian lainnya membuat bentukan tersebut tampak mencolok.

Dapat kita lihat dari tampak atas dan tampak samping bahwa bentukan ini mempunyai bentukan utama yang berupa bentuk sculpture yang dimaksudkan untuk mewakili bentukan dari piring terbang yang ingin ditampilkan dalam bangunan. Sedangkan bentukan massa selebihnya merupakan bangunan tambahan yang melengkapi “ piring terbang “.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s