Semiotik

Semiotik ( istilah pilihan Charles Sanders Peirce ), atau semiologi ( istilah dari Ferdinand de Saussure ) merupakan permulaan bahasa secara ilmiah, sebagai tanda sistem dengan dimensi struktur ( sintaktik ) dan satu makna ( sematik ). Hubungan struktural menjepit tanda – tanda dan komponen – komponennya menjadi satu, hubungan antara tanda – tanda merupakan hubungan sintaktik. Hubungan sematik harus dilakukan dengan makna,  oleh karena itu hubungan antara tanda dan objek mereka tunjukkan.  Penelitian inisial Pierce dan Saussure pada akhir abad ke sembilan belas dan awal abad ke dua puluh menetapkan prinsip – prinsip yang sama.

Kuliah semiologi ahli bahasa Swiss de Saussure ( pada awalnya dipresentasikan pada tahun 1906 – 1911, dimana isi kuliah tersebut diterjemahkan dari bahasa Perancis ke bahasa Inggris pada tahun 1959 ) membangkitkan kembali ketertarikan dari pekerjaannya. Kontribusi terpentingnya adalah untuk penelitian bahasa secara sinkron ( dalam penggunaan yang tepat ), dan untuk mengkaji bagian – bagian dari bahasa dan hubungan dari bagian – bagian itu sendiri. De Saussure merupakan penemu dari gagasan penanda dan yang ditandai, dimana hubungan struktural mengangkat tanda linguistik. Bagian lain yang sama penting dengan dua komponen dari tanda adalah ide bahwa: “ Bahasa adalah suatu sistem dari istilah – istilah yang bebas di mana nilai dari tiap istilah semata – mata berasal dari keberadaan bersama dengan yang lain “..

Penerapan teori linguistik ke dalam disiplin – disiplin lain dikembangkan pada tahun 1960 – an, dengan penerapan aktif khususnya pada daerah Amerika Utara dan Selatan, Perancis, dan Italia. Umberto Eco, seorang novelis, kritisi, dan ahli semiotik, telah menulis sebuah semiotik sistem . Dalam “ Function ang Sign “ Semiotic of Architecture”, Eco mengklaim bahwa tanda – tanda arsitektural mengkomunikasikan kemungkinan fungsi – fungsi melalui sistem yang biasa atau kode – kode. Penggunaan harafiah  atau fungsi programatiknya adalah makna dasar pada arsitektur. Tanda – tanda merupakan fungsi dasar, dan mengandung arti dari fungsi kedua. Essainya “ A Componential Analysis of the Architectural Sign / Column / “ mendemonstrasikan bahwa suatu objek arsitektural tunggal ( dalam kasus ini adalah kolom ) dapat menjadi pembawa makna dan oleh karena itu merupakan unit sematik.

Dalam “ On Reading Architecture “ ( 1972 ) sebuah penelitian penting semiotik telah diterbitkan dalam majalah arsitektur ( Progressive Architecture ), Mario Gandelsonas membandingkan pekerjaan dari Eisenman secara sintaktik dengan pekerjaan Graves secara sematik. Pada umumnya, teori dan praktek dari Agrest dan Gandelsonas terpengaruh denga linguistik, mereka menemukan bahwa dalam semiotik terdapat jalan untuk membaca arsitektur sebagai suatu ladang dari produksi ilmu pengetahuan. Buku Gandesonas “ The Urban Text “ merupakan contoh dari analisis ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s