Pola pembentukan kepribadian

Kepribadian yang di bicarakan di sini adalah corak kehidupan yang ada pada diri seseorang yang memberi ciri khas bagi pemiliknya dan membedakannya dengan orang lain. Maka, kita bisa melihat penampakan kepribadian yang ada pada diri manusia itu dari luar, berupa perbuatan-perbuatan fisik maupun sikap-sikap mental yang ditampakkannya secara konstan dalam kehidupan kesehariannya. Kita bisa mengenali mana orang yang baik dan mana orang yang jahat dari tingkah laku yang dijalankannya dan sikap mental yang ditampakkannya. Kita bisa mempersepsikan mana orang yang terhormat dan mana orang yang hina dari berbagai sikap dan omongan yang ditampilkannya secara tetap.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: ”kenapa penampakan kepribadian manusia itu berbeda-beda? “apa faktor yang membentuk kepribadian yang khas yang ada pada diri seseorang?”


Pembentukan kepribadian dalam diri manusia manusia dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu:

1. Faktor gen atau keturunan

Manusia itu pada dasarnya sama. Tidak ada manusia yang lahir sebagai orang yang mulia atau hina. Tetapi dikarenakan dilahirkan dari keturunan yang berbeda otomatis gen yang ada pada diri individu manusia itupun berbeda, disinilah adanya pengaruh  pembentukan kepribadian manusia yang berbeda.

Faktor gen atau keturunan ini diantaranya meliputi:

a. Akal dan fikiran

Cara berfikir orang tua biasanya menurun pada anak yang dilahirkannya, Kebutuhan-kebutuhan manusia dan tuntutan pemenuhannya merupakan dorongan yang membuat manusia memiliki alasan dan pemikiran. Ketika seorang anak dilahirkan cara berfikirnya tidak akan jauh berbeda dengan ayah atau ibunya, misalkan ayahnya senantiasa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin maka anaknyapun akan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, akan tetapi  jika itu tidak terjadi berarti cara berfikir dari ibu yang lebih dominan

b. Sifat, sikap dan perbuatan

Kecenderungan yang mempengaruhi  sifat, sikap dan perbuatan manusia merupakan hasrat untuk melakukan sesuatu tatkala tuntutannya muncul. Kecenderungan ini biasanya berupa keinginan yang kuat. sifat, sikap dan perbuatan ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan.

2. Faktor Keluarga

Keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal oleh anak. Ibu dan ayah adalah manusia-manusia dewasa pertama yang jadi panutan bagi anak,  kepada Ibu anak belajar kasih sayang dan Kepada ayah anak belajar tanggung jawab dan kepemimpinan.

Dengan telinga dan matanya, anak belajar menyerap fakta dan informasi. Semakin banyak yang terekam, itulah yang paling mudah ditirunya. Bagaikan kertas putih bersih, orang tuanya yang akan memberinya coretan dan warna yang pertama.

Betapapun sederhananya pola pendidikan dalam sebuah keluarga, tetap-lah sangat berpengaruh pada pembentukan kepribadian anak. Keluarga merupakan awal bagi pertumbuhan pola pikir dan perasaan anak.

Dalam sebuah hadits, menurut kesaksian Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: “Setiap bayi dilahirkan di atas fitrah (mentauhidkan Allah), kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, atau seorang Nasrani atau seorang Majusi.”(HR.Muslim).

Pendidik yang paling berkompeten dalam keluarga tentunya adalah orang tua (ayah dan ibu). Secara khusus, dalam sebuah keluarga, ibu adalah sosok yang memiliki peran yang sangat besar dan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Kepada ibu, anak pertama kali berinteraksi. Ibulah yang paling dekat dengan anaknya. Dalam kandungan ibu, anak mendapatkan kasih sayang sehingga ia dapat tumbuh dan berkembang selama kurang lebih 9 bulan, bukan waktu yang singkat.

3. Faktor Lingkungan

Apa yang didapatkan dari lingkungan sosialnya menjadi modal utama bagi pembentukan kepribadiannya kelak. Dalam hal ini, bagaimana pengaaruh lingkungan keluarga dan masyarakat terhadap pembentukan kepribadian?
Pembentukan kepribadian seseorang merupakan hasil perpaduan dari berbagai faktor yang saling terkait satu dengan yang lainnya, dengan berbagai proses pendukungnya. Salah satu faktor yang memegang peranan penting di dalam hal ini adalah interaksi sosial. Karena pada dasarnya manusia selama hidupnya mengalami interaksi sosial, yang memungkinkan manusia yang bersangkutan berkembang. Jika ditelusuri sejarah kehidupan seseorang, akan semakin nyatalah peranan interaksi sosial di dalam rangkan pembentukan kepribadiannya. Sifat-sifat kemanusiaan manusiapun terbentuk melalui interaksi sosial. Karena di dalamnya terkandung unsur-unsur manusiawi. Prosesnya bermula dari lingkungan keluarga, yang berlanjut di dalam kehidupan sosial kemasyarakatan

1)      Interaksi Sosial di dalam lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan basis pertama dan utama dalam berbagai rangkaian proses inteaksi sosial yang dialami individu selama hidupnya. Hal tersebut dimungkinkan, karena kedudukan keluarga sebagai komponen terkecil dari struktur masyarakat, merupakan tempat pertama bagi individu mengenal manusia lain diluar dirinya. Di samping itu juga di dalam keluargalah anak mulai mengenal peranan dirinya sebagai manusia. Proses terjadinya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga dimulai sejak kelahiran. Peranan keluarga tidak hanya menyangkut pemenuhan segala kebutuhan anak yang berwujud materi, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan psikologis dan sosiaologis yang meliputi penghayatan-penghayatan rohani psikis dan sosial. Wujud yang nyata dari hal itu diberikan dalam bentuk kasih sayang yang memberi anak rasa nyaman., rasa diterima serta rasa diakui keberadaanya.

2)      Interaksi Sosial di dalam Lingkungan Kemasyarakatan
Apa yang didapatkan anak dari lingkungan keluarganya sebagai dasar-dasar untuk menjalani interaksi sosial yang lebih kompleks di dalam lingkungan masyarakatnya.
Dengan semakin banyaknya manusia yang dikenal anak, menyebabkan pergaulan anak semakin meluas. Akibatnya apa yang diberikan oleh keluarganya sebagai dasar tersebut juga akan lebih berkembang, sehingga hal itu akan lebih menyempurnakan interaksi sosialnya.
Anak akan lebih banyak belajar untuk menyesuaikan diri dengan keragaman prilaku yang ditemuinya didalam lingkungan masyarakatnya. Dimana dari penyesuaian diri tersebut, anak mendaptkan pengalaman-pengalaman baru yang menjadi masukan-masukan yang sangat berharga bagi anak untuk pengembangan kepribadian lebih lanjut. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi dorongan bagi anak untuk lebih mengaktifkan diri menjalani interaksi sosialnya. Salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam interaksi sosial di alam lingkungan sosial kemasyarakatan ini adalah lembaga-lembaga sosial tersebut berperan sebagai suatu respon kulturil dari kebutuhan dasar biologis dan psikologis manusia untuk hidup berkelompok. Juga sekaligus berfungsi sebagai alat untuk mengembangkandiri dan alat yang memberikan batas-batas tertentu,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s