Penelitian Dalam Science dan Teknologi

Di dalam kehidupan, orang selalu merasakan, melihat, ataupun mengalami berbagai fenomena atau gejala atau kejadian. Gejala atau kejadian itu, karena dirasakan, dilihat dan dialami, maka menjadi hal yang diketahui, dan karenanya menjadi pengetahuan bagi orang yang merasakannya, melihat atau mengalaminya. Pengetahuan itu merupakan pengetahuan awam apabila orang hanya sadar saja tentang adanya gejala tersebut; dia dapat mengetahui bahwa gejala itu ada. Selanjutnya, dari banyak gejala yang disadarinya sebagai pengetahuan awam tersebut, dapat juga olehnya dirasakan atau dilihat hal lain, yaitu hubungan saling pengaruh yang ada antara satu gejala dengan gejala lainnya. Sebagai contoh, pengalaman atau pengamatan bahwa, bila mendung biasanya lalu hujan. Pengetahuan tentang hubungan dua gejala tersebut juga merupakan pengetahuan awam, walaupun pada tingkat yang lebih tinggi.

Pengetahuan orang tentang suatu gejala merupakan pengetahuan ilmiah apabila dia dapat menjelaskan secara logis struktur dari gejala itu, jadi tidak hanya sadar tentang adanya gejala itu. Yang dimaksud dengan ungkapan menjelaskan secara logis adalah bahwa keterangannya memenuhi tiga persyaratan berikut:

1. Di dalam memberikan penjelasan, digunakan pola penalaran yang diakui keabsahannya, misalnya penggunaan penalaran bahwa, kalau a>b dan b>c, maka a>c.

2. Fakta atau observasi yang digunakan sebagai landasan di dalam merumuskan kesimpulan dari penalaran yang dilakukna di dalam menjelaskan struktur gejala yang diteliti, adalah fakata yang telah terbukti atau dapat diuji kebenarannya. Merujuk kepada contoh yang dikemukakan di butir (1), walaupun penalarannya telah benar, tetapi kalau ternyata b lebih kecil dari c, maka kesimpulan bahwa a>c belum tentu dapat dibenarkan.

Fakta-fakta yang telah diakui kebenarannya antara lain hukum-hukum alam dalam ilmu fisika, seperti hukum Newton, hukum Hooke, hukum konservasi massa, energi dan momentum, hukum Archimedes, dan sebagainya. Dapat juga digunakan rujukan yang berupa kesimpulan dari suatu hasil observasi yang secara empirik telah diuji kesesuaiannya dengan kenyataan.

3. Penjelasan tentang struktur dari fenomena yang menjadi objek perhatian dapat diuji kesesuaiannya dengan kenyataan; yang berarti bahwa, fenomena yang diteliti menunjukkan pola-laku yang merupakn konsekuensi dari dimilikinya struktur sebagaimana dikemukakan di dalam penjelasan termaksud.

Bahwa suatu pola laku yang teramati dari suatu fenomena dpat dipandang sebagai suatu konsekuensi dari dimilikinya struktur yang digagaskan sebagai penggambaran struktur fenomenanya, dapat diuji dengan pendekatan-pendekatan berikut:

4. Membentuk model dari fenomenanya, dengan struktur sebagaimana digagaskan di dalam menjelaskan fenomenanya, dan melacak respons model bila dikenakan pada berbagai stimulus, serta membandingkan respons fenomenanya sendiri bila dikenakan stimulus yang sama. Bila terdapat kesesuian antara respons model dengan respons fenomena aslinya, maka struktur yang digagaskna sebagai struktur fenomena aslinya dapat diterima sebagai penggambaran struktur fenomenanya sendiri.

5. Membandingkan respons fenomena terhadap berbagai stimulus dengan respons sistem lain yang dikenakan stimulus yang sama, dan sistem yang terakhir ini diyakini mempunyai struktur yang sama dengan struktur yang digagaskan sebagai struktur fenomena yang dikaji. Bila terdapat kesesuaian maka struktur yag digagaskan tersebut dapat diterima sebagai penggambaran struktur fenomena yang dikaji tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s